Fitopatometri adalah pengetahuan yang mempelajari bagaimana mengukur besarnya penyakit tanaman. Pada umumnya penyakit diukur dari besarnya gejala yang timbul. Namun demikian sebenarnya besarnya penyakit juga bisa digambarkan dari jumlah patogen yang ada.

Besarnya atau intensitas penyakit tanaman menurut James (1974 dalam Zadoks dan schein, 1979) dapat dinyatakan dalam istilah Keterjadian Penyakit dan Keparahan Penyakit. Intensitas penyakit dinyatakan dengan keterjadian penyakit apabila penyakitnya bersifat sistemik atau adanya serangan patogen cepat atau lambat akan menyebabkan kematian atau tidak berproduksi. Penyakit-penyakit yang gejala dan akibatnya bervariasi, maka intensitas penyakit dinyatakan dengan Keparahan penyakit .

Keterjadian Penyakit (KiP) merupakan persentase jumlah tanaman  yang terserang patogen (n) dari total tanaman yang diamati (N). Keparahan Penyakit (KeP)  didefinisikan sebagai persentase luasnya jaringan tanaman yang terserang patogen  dari total luasan yang diamati. Keparahan penyakit dapat dijelaskan dengan cara membagi kisaran dari tak ada gejala penyakit sampai penuh gejala penyakit kedalam kelas-kelas atau kategori-kategori.

Praktikum kali ini tidak dilakukan di laboratorium pendidikan Proteksi Tanaman tetapi di Kebun Percobaan IPB di Leuwikopo. Di tempat ini kami mengamati kejadian dan keparahan penyakit pada berbagai komoditi seperti tanaman kacang tanah, tanaman sorgum, dan tanaman cabai.

Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis.  Bercak daun Cercospora spp. dan karat (Pucci­nia arachidis) merupakan penyakit yang dominan pada pertanaman kacang tanah lahan kering maupun lahan sawah.

Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, seluruh tanaman kacang tanah terserang penyakit belang (100% kejadian penyakit belang). Ini membuktikan bahwa tanaman kacang tersebut tidak mempunyai ketahanan (sangat rentan) terhadap penyakit belang ini. Sedangkan untuk penyakit bercak Cercospora mencapai 70%. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Tidak semua tanaman kacang tanah terserang parah oleh penyakit bercak ini ada juga beberapa tanaman kacang tanah yang secara individu terserangnya tidak terlalu parah. Sedangkan tanaman kacang berbercak adalah tanaman kacang tanah yang sangat rentan. Hal ini mungkin saja terjadi dalam satu petakan besar ada yang keparahan penyakitnya tinggi dan rendah, ini disebabkan oleh ketahanan terhadap penyakit yang tergantung pada varietas tanaman.

Penyakit virus belang pada kacang tanah disebabkan oleh peanut stripe virus (PStV). PStV mudah menular melalui beberapa jenis kutu daun (Aphis) secara  nonpersisten dan melalui biji, serta mempunyai kisaran tanaman inang yang luas termasuk beberapa jenis gulma. Hal ini menyebabkan ekobiologi virus-inang-vektor menjadi sangat kompleks. Pemilikan lahan yang sempit dan modal yang terbatas serta pola dan waktu tanam kacang tanah yang beragam dalam satu hamparan, menyebabkan usaha pengendalian PStV belum memberi hasil yang optimal. Pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT) yang mendasarkan pada pengelolaan agroekosistem yang ramah lingkungan dan dilakukan secara berkelompok dalam satu hamparan yang luas, akan lebih mengoptimalkan upaya pengendalian penyakit virus belang pada kacang tanah.

Dari pengamatan yang kami lakukan kejadian penyakit pada tanaman cabai sebesar 36%. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan kejadian penyakit pada kacang tanah. Ini membuktikan bahwa tanaman cabai mempunyai ketahanan terhadap penyakit kerdil. Tanaman cabai yang tahan morfologi fisiknya lebih besar dan tinggi dibandingkan tanaman yang sakit, sedangkan tanaman yang sakit secara fisik lebih kecil dari tanaman yang sehat. Gejala penyakit tanaman cabai pada umumnya berwarna mosaik kuning atau hijau muda mencolok. Kadang-kadang pucuk menumpuk  keriting diikuti dengan bentuk helaian daun menyempit atau cekung, tanaman tumbuh tidak normal menjadi lebih kerdil dibandingkan dengan tanaman sehat. Penyakit kuning keriting pada cabai disebabkan oleh  dengan bentuk partikel segi lima secara berpasangan atau kembar. Partikel virus Gemini kadang-kadang  ada yang hanya satu atau malah tiga partikel berdekatan.

Sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) merupakan salah satu tanaman bahan pangan yang penting di dunia, terluas keeempat setelah gandum, padi dan jagung. Karat, merupakan penyakit tanaman sorgum yang paling dominan, penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 bulan setelah tanam dan menyerang daun-daun tua dan yang baru berkembang setelah malai menjelang masak. Kerugian dapat mencapai 65 %. Jamur penyebab penyakit karat adalah : Puccinia purpurea Cooke dan sinonimnya yaitu Uredo sorghi Pass, P. Sanguinea Diet, P. Punicolor H.Syd dan Dicaloma purpureum Cooke. Pengendalian gunakan fungisida sistemik, terutama sejak tanaman mulai berbunga dengan interval 7-10 hari.

Dari pengamatan yang kami lakukan, keparahan penyakit pada tanaman sorgum mencapai 49,30%. Ini merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan karena setengah dari seluruh tanaman sorgum merupakan tanaman yang rentan.

Comments are closed.